Indahnya Berbagi

Pekan ini kembali aku dapatkan cerita yang mengharu biru dari sahabat terbaik yang pernah kumiliki. Dia seorang wanita cantik, periang, enerjik, semangat dan penuh vitalitas, namun sering menemui situasi yang unfavourable. Setelah aku simak lebih jauh, cerita itu sebenarnya sudah menjadi atribut bagi siapa saja yang memiliki kelebihan, apakah dia cantik, ganteng, pintar, kaya dst. Menurut pandangan umum, seseorang yang memiliki kelebihan pastilah akan mendapatkan kebahagiaan dari kelebihan yang dimilikinya. Namun kondisi nyata yang terjadi adalah seringkali berbanding terbalik. Seorang yang memiliki kelebihan (dari aspek duniawi) lebih banyak berkutat dengan masalah karena kelebihan yang dimilikinya. Sebagai ilustrasi, anda bisa bayangkan seorang yang memiliki kekayaan yang sangat melimpah. Bisa dipastikan sepanjang hari yang terpikir di benaknya adalah bagaimana menjaga agar asetnya aman dan menguntungkan, sehingga kehidupannya akan terus didominasi dengan perasaan takut dan khawatir. Segala sesuatu yang memiliki value tinggi biasanya juga memerlukan cost dan juga memiliki risiko tinggi juga. Jika kita punya Ferrari dan jalan-jalan di seputar Jabotabek yang penuh sesak, pasti akan khawatir mobilnya kesenggol angkot atau metromini. Intinya segala kelebihan pasti memiliki cost-nya sendiri-sendiri. Jika seseorang dikaruniai wajah jelita, pasti di sepanjang kehidupannya akan selalu menjadi pusat perhatian, dimanapun dan kapanpun dia berada. Tidak peduli apakah dia sudah ada yang punya maupun belum. Pesona yang berlebih inilah yang justru menjadi pemicu masalah, baik internal yang bersangkutan maupun orang lain. Untuk mengelola kelebihan tersebut dibutuhkan sikap yang lebih cermat dan hati-hati, sehingga risiko bisa lebih diminimalisasikan. Jika sedikit saja lengah dan sedikit larut dalam hingar bingar pergaulan, maka celah risiko itu akan melebar dan serangan dari luar akan semakin dirasakan oleh yang bersangkutan. Namun jika terlalu tertutup juga akan menimbulkan masalah karena si cantik tadi kurang dapat mengaktualisasikan hidupnya. Untuk memenej dan menjaga seorang wanita cantik, diperlukan seorang suami yang mengerti apa yang seharusnya pantas dilakukan oleh istrinya itu. Tidak terlalu melepas tapi juga tidak terlalu mengekangnya. Ini sama halnya saat anak-anak bermain layang-layang. Saat ada angin, benang dilepas lebih panjang, namun saat angin kurang bertiup, benang segera ditarik agar layang-layang tetap terbang tinggi. Yang lebih repot lagi adalah suaminya ganteng dan istrinya cantik. Ini lebih kompleks dan lebih berisiko. Makanya kita tidak heran, banyak pasangan yang dilihat begitu ideal laksana dewa dewi, tapi kemudian pecah berkeping-keping. Semoga ilustrasi di atas membuka cakrawala sikap kita tentang makna kehidupan dunia bagi akhirat, sehingga kita senantiasa fokus kepada perjalanan kita ke alam akhirat dengan mengoptimalkan potensi duniawi kita. Bagi mereka yang dikaruniai pasangan yang ganteng atau cantik, bersyukurlah dengan meningkatkan amal baik. Semoga penulis blog ini juga bisa lebih bersyukur karena dikaruniai pasangan yang cantik, pintar dan sholihah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: