Indahnya Berbagi

Sore yang cukup teduh ketika kubuka lembaran-lembaran peristiwa yang kulalui di tahun 2009.Ada satu tugas berat yang sepertinya terlewatkan selama tahun itu, yaitu menuntaskan tugas akhir S3 ku. Satu tugas yang berat, tapi mulia karena dengan ini pula aku menggantungkan asa untuk berbuat lebih baik.Ku lihat-lihat siapa saja kawan-kawan yang sudah tuntas ujian terbukanya. Ternyata ada 2 orang kawan seangkatan yang sudah paripurna, yaitu seorang bupati dan seorang penyanyi. Kalau mereka berdua sudah selesai, aku tidak terlalu heran karena memang sudah porsinya untuk lebih cepat. Aku buka lagi catatan siapa yang sudah seminar proposal, oh ternyata ada 4 orang yang sudah seminar. Barulah aku terhenyak dengan semua ini. Ternyata selama 9 bulan efektif (terhitung sejak lulus komprehensif tertulis di bulan Maret 2009) aku tidak optimal dalam menulis. Baru sempat kutulis bab 1 sd. bab 3 yang hanya kurang lebih 80 halaman. Itupun masih banyak yang harus direvisi oleh promotor. Aku cari alasan-alasan yang esensial mengapa aku sampai selambat ini dalam menulis. Kubuka kembali agendaku, ternyata di tahun 2009 adalah tahun yang penuh dengan perjuangan dan dinamika kehidupan yang sangat dramatis, meski akhirnya aku bisa melaluinya dengan sangat elegan. Tapi tentu saja semua itu ada cost yang harus ditanggung, yaitu disertasiku jadi lambat banget. Sejenak aku renungkan lagi mengapa disertasi itu terbengkalai. Ternyata jawabannya adalah penurunan motivasi yang sangat tajam. Motivasi itu rasa-rasanya tenggelam dalam hiruk pikuk aktivitas dan pikiran lain yang membebaniku saat itu. Motivasi itu saat ini kembali muncul ketika aku tatap kembali day to day perjalananku ke kampus di tahun 2007-2009 yang penuh semangat dan motivasi tinggi. Hujan panas suka duka dan berbagai kondisi telah aku alami untuk menyelesaikan kuliah itu. Kalu diibaratkan pekerjaan membuat rumah, saat ini aku tinggal membuat atap rumah atau kurang lebih 20 persen aktivitas utama. tapi mengapa aktivitas minor tersebut jadi sulit?
Mulai saat ini 12 Rabiul’awal 1431 H (26 Februari 2010) aku telah menemukan mentari di dalam diri ini yang akan terus bersinar menerangi jalan yang akan kutempuh nantinya. Ku tatap kembali bayangan dan wajah-wajah orang-orang tercinta di sekelilingku, sahabat terbaik, kolega dan handai taulan. Aku ingin persembahkan doktorku ini buat mereka. Alangkah indahnya saat sidang terbuka, aku bisa hadirkan mereka untuk menikmati kebahagiaan ini. Untuk menyelesaikan tugas akhir tersebut, aku sudah alokasikan waktu sekitar 23 jam selama sepekan, yaitu: Rabu 3 jam, Kamis 3 jam, Jum’at 3 jam, Sabtu 7 jam dan Ahad 7 jam. Semoga saat Idul Fitri ke depan sudah ada kemajuan yang signifikan dalam disertasiku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: