Indahnya Berbagi

Di keheningan malam aku buka lembaran-lembaran perjalanan kehidupanku dalam 2 tahun terakhir ini. Satu perjalanan kehidupan yang unik, dinamis dan penuh dengan momen yang sangat bernilai. Aku coba analisis kembali masa-masa 2 tahun terakhir ini dengan lebih cermat, apakah gerangan yang terjadi, bagaimana menyikapinya dan bagaimana rencana ke depan. Dari beberapa renungan, setidaknya ada 3 hal yang aku dapat dari perjalananku 2 tahun terakhir.
Point 1,kedewasaan: ternyata kedewasaan juga terkait dengan usia. Semakin bertambah, maka kedewasaan itu akan muncul. Ini mesti disikapi dengan kesyukuran yang banyak, karena tidak sedikit orang yang bertambah kedewasaannya, sejalan dengan bertambahnya usia. Dewasa disini memiliki banyak arti, namun yang paling esensial adalah menyikapi suatu hal dengan lebih bijak, tepat dan akurat. Kalau basa Jawanya ya ojo kagetan lan ojo gumunan. Kedewasaan ini akau rasakan dalam hidup berumahtangga, hidup di kantor, masyarakat dan organisasi lainnya. Rasanya ada kekuatan lain yang menunjukkan bagaimana aku bisa bersikap secara tepat di hadapan berbagai kondisi yang paling kompleks sekalipun.
Point 2,kematangan: suatu sikap yang dapat memandang dan menyelesaikan satu problem dengan paripurna dan tidak setengah-setengah. Dengan melihat problematika hidup yang saling terkait satu dengan yang lainnya, maka kematangan dalam berfikir dan bertindak menjadi sangat penting. Kematangan juga berarti kemampuan untuk mengurai suatu problem menjadi hal-hal yang prioritas untuk diatasi.
Point 3, kesuksesan: satu langkah cerdas untuk menjadi leading di setiap moment kehidupan, meski memiliki banyak keterbatasan.
Di balik 3 hal tersebut, ada satu hal yang masih menjadi misteri dalam kehidupanku saat ini, yaitu bagaimana kondisi orang terdekat secara psikologis dan emosional denganku saat kami berusia remaja. Seorang gadis rupawan, cerdas, santun dan menyenangkan. Satu sosok sentral pendamping masa lalu yang menentukan perjalanan kehidupanku sampai saat ini. Satu figur yang sulit dicari bandingannya. Entah mengapa sosok dia sering hadir dalam diriku saat menghadapi suatu tantangan hidup. Satu figur yang dulu memberikan spirit ketika diri ini mengalami problema. Sosok peneduh saat aku mengalami kegerahan dalam hidup. Figur yang tenang dan cool dalam memberikan solusi di saat krisis. Semoga dia saat ini menjadi orang yang sholihah dan sukses dalam hidup dunia akhirat. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: