Indahnya Berbagi

JAKARTA, KOMPAS.com – Perhitungan rencana memang penting sebelum mengambil keputusan. Namun, begitu keputusan harus diambil, misalnya mau membeli rumah atau mobil, lupakan saja semua perhitungan untuk sementara dan biarkan pikiran bawah sadar Anda menimbang-nimbang sendiri pilihan yang ada.

Menurut suatu hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science, pertimbangan pikiran bawah sadar akan menghasilkan pilihan yang lebih memuaskan ketimbang hanya menggunakan pikiran sadar saja, terutama untuk menentukan keputusan-keputusan penting.

Dikatakan, pikiran sadar baik untuk menentukan pilihan sehari-hari yang kurang begitu penting seperti memutuskan handuk atau sampo mana yang akan dibeli. Meski begitu, menurut penelitian, pikiran sadar itu perlu disertai pikiran bawah sadar untuk keputusan-keputusan yang lebih penting.

Dalam serangkaian penelitian tentang pilihan konsumen, baik lewat peragaan maupun kejadian nyata di antara para pembeli di sebuah pusat perbelanjaan, para peneliti dari Amsterdam, Belanda, meyakini nilai dari apa yang mereka sebut sebagai hipotesis “pertimbangan tanpa perhatian” (deliberation-without-attention).

Sebagai misal, dalam uji coba pembelian mobil, partisipan membaca serangkaian fakta rumit tentang mobil yang sedang mereka pertimbangkan untuk dibeli. Segera setelah membaca, mereka diajak main puzzle untuk membuat pikiran sadar mereka sibuk.

Setelah selesai mengerjakan puzzle, kelompok pembeli ini mengaku jauh lebih puas dengan pilihan mobil yang mereka putuskan untuk dibeli dibanding kelompok yang tidak diberi tugas mengerjakan puzzle dan harus langsung memutuskan mobil mana yang akan mereka beli hanya dengan menimbang secara sadar informasi tentang mobil yang bisa dipilih. Namun, untuk membuat keputusan sederhana, seperti memilih handuk, pikiran sadar bisa menghasilkan pilihan keputusan yang memuaskan.

Ada beberapa kemungkinan penyebab mengapa kadang pikiran sadar dianggap menghasilkan pertimbangan yang buruk. Menurut periset, pikiran sadar memiliki “kapasitas rendah” (low capacity) yang menyebabkan seseorang hanya menimbang bagian kecil dari suatu informasi yang relevan saja dan secara tidak tepat terpaku pada relevansi dan pentingnya informasi di situ.

Sebaliknya, pikiran bawah sadar manusia memiliki kapasitas tinggi untuk mengintegrasikan lebih banyak informasi, sehingga memandu ke arah pilihan-pilihan yang lebih baik. @ jjw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: