Indahnya Berbagi

Baby Face Lebih Panjang Umur

LONDON–Bagi Anda pemilik wajah baby face atau awet muda patut bersyukur. Sebuah penelitian di Denmark, yang diterbitkan British medical journal (BMJ) menyebutkan individu berwajah baby face memiliki umur lebih panjang ketimbang masyarakat umum.

Di tahun 2001, peneliti asal Denmark melakukan tes fisik dan kognitif terhadap 1800 pasangan kembar berusia lebih dari 70 tahun. Dari 1.800 sukarelawan terbagi menjadi 3 grup yang tidak tahu berapa umur kembarannya. Selama 7 tahun peneliti kemudian mencatat sukarelawan yang masih hidup.

Hasilnya, riset menemukan fakta dimana individu yang terlihat muda dari usia sebenarnya memiliki kemampuan bertahan hidup lebih lama dari masyarakat umum, sekalipun mereka tidak bisa mengelak dari faktor gender dan lingkungan. Riset juga menemukan fakta bahwa kembaran tertua akan meninggal lebih awal ketimbangan kembarannya.

Riset juga mencatat adanya kemungkinan penjelasan secara biologis bahwa masyarakat yang terlihat awet muda memiliki Telomeres, komponen DNA yang bertalian dengan penuaan. Individu dengan rantai telomeres yang pendek diperkirakan akan mengalami penuaan lebih cepat dan sebaliknya, individu yang memiliki rantai Telomeres panjang maka akan terlihat awet muda selalu.

Seperti diberitakan penelitian sebelumnya di Universitas Glasglow, Skotlandia, para penelit telah berhasil menemukan rahasia panjang umur dari sumber yang tak terduga, burung layang-layang. Pada burung itu, diketahui memiliki potongan materi genetik, yang dapat diperkirakan akan berumur panjang atau mati muda.

Potongan materi genetik pada burung layang-layang itu bernama Telomeres. Konon, panjang dan pendeknya telemores tergantung dari usaha yang berhubungan dengan tingkat oksidan di darah, stres serta faktor lingkungan. Hal itu memberi jalan untuk mencoba cara memperbaiki umur manusia. Dengan menjaga telomeres lebih panjang, peneliti di Glasglow menyakini individu dapat berumur panjang.

Telomeres terdapat di ujung kromosom. Saat sel mati, sel yang ada membelah menggantikan yang mati. Namun saat sel terbelah, telomeres menjadi semakin pendek.

Peneliti mendapati saat telomeres terlalu pendek, maka tidak akan mampu membelah lagi dan akan mati. Ketidakmampuan mengganti sel baru itu terjadi di usia senja. Telomeres sendiri ukurannya tidak semuanya sama atau berkurang dalam tingkat yang sama. Sehingga hubungan antara panjang telomeres, erosi dan umur panjang masih membingungkan.

Dari catatan BMJ, peneliti menyatakan faktor umur yang biasa digunakan sebagai indikator umum dari kesehatan pasien bisa menerapkan keberadaan telemores sebagai prediksi kemampuan bertahan hidup pada individu yang berusia lebih dari 70 tahun. cr2/rin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: