Indahnya Berbagi

Saya sudah tidak tahan dengan lingkungan kerja saya. Entah kenapa hampir semua rekan-rekan kerja seolah ingin menjatuhkan saya. Padahal saya tidak merasa membuat kesalahan apapun. Rasanya saya ingin resign saja,” ujar Melissa sambil menangis kepada sahabatnya. Cerita Melissa bukanlah curhat pertama kepada sahabatnya. Keluhan serupa sudah diungkapkan Melissa sejak satu bulan ia bekerja di kantornya yang sekarang, suatu perusahaan yang bergerak di media lifestyle dan 80% pegawainya adalah wanita.

Tidak ada yang salah dengan diri seorang Melissa. Ia seorang wanita pintar, jujur, pekerja keras dan berpenampilan oke. Hanya saja, ia tidak tahu bagaimana harus bekerja di antara wanita, “Biarpun saya seorang wanita tetapi sulit sekali beradaptasi di lingkungan kerja yang didominasi wanita. Saya tidak bisa memahami karakter mereka yang seringkali menilai seseorang dengan subyektif, termasuk saya yang jadi korbannya,” kata Melissa. Dan ketidakmampuannya beradaptasi itulah yang pada akhirnya membuat Melissa merasa dirinya terpuruk.
Hmm, memang tidak mudah bekerja di perusahaan yang lebih dari separuh pegawainya adalah wanita. Masalahnya intrik seringkali dijadikan senjata andalan untuk meraih kekuasaan dan menjatuhkan saingan. Tapi sebenarnya ada jalan keluarnya kok, agar terhindar dari masalah seperti yang dihadapi Melissa. Berikut tips-tips yang bisa dicoba untuk tetap survive bekerja di antara wanita.

Analisis lingkungan kerja
Anda orang baru di kantor? Kalau begitu, sangat dianjurkan untuk mempelajari situasi di kantor Anda. Mulai dari aturan atau kebijakan yang berlaku, kebiasaan-kebiasaan tidak tertulis, hingga karakter atasan atau rekan-rekan kerja…perlu diketahui. Pasalnya poin-poin tersebut akan memudahkan Anda dalam membawa diri dan beradaptasi di lingkungan baru.

Hindari bergosip
Entah mengapa kecenderungan bergosip tumbuh subur di kalangan para wanita. Namun jika Anda bekerja di dunia yang didominasi wanita, sebaiknya kebiasaan itu dibuang jauh-jauh. Jangan biarkan Anda tergoda dengan ajakan rekan kerja untuk bergosip. Selain kurang etis membicarakan orang lain, image Anda pun jadi kurang baik. Ditambah lagi, bukan mustahil jika suatu saat Anda akan menjadi korban dibicarakan orang lain dari belakang.

Trust no one
Bekerja di antara wanita bagaikan sedang berada di rawa-rawa karena penuh intrik. Pasalnya Anda tidak tahu apakah bagian rawa yang akan Anda injak tersebut dangkal atau dalam sehingga Anda harus mengira-ngira. Demikian halnya di kantor, Anda tak tahu apakah rekan kerja bisa dipercaya atau tidak. Oleh karena itu, hindari kegiatan curhat yang menceritakan semua isi hati, termasuk masalah pribadi Anda. Hal tersebut bisa jadi bumerang yang dapat menjatuhkan karir Anda.

Cinta lokasi? Pikir dua kali!
Namanya juga lingkungan didominasi wanita, sudah pasti pria menjadi kaum minoritas. Terlebih lagi jika sang pria memiliki kualitas bagus, sudah tentu jadi ‘barang’ langka di kantor Anda. Nah, bagaimana jika sang pria idaman ternyata menaruh hati pada Anda dan Anda juga jatuh cinta padanya? Sebelum Anda mengambil keputusan, pertimbangkanlah secara matang. Masalahnya hubungan Anda dengan sang pria dapat mempengaruhi karir Anda. Jika rekan kerja dan atasan tidak suka terhadap hal tersebut, bersiaplah menghadapi masalah besar.

Ambil hati tapi bukan menjilat
Suka atau tidak suka, Anda bekerja dengan orang-orang yang lebih mengandalkan perasaan atau emosi ketimbang logika. Penilaian terhadap seseorang pun seringkali berdasarkan like or dislike. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda mengambil hati dengan melakukan beberapa hal yang menunjukkan perhatian Anda terhadap rekan kerja atau atasan. Misalnya memberi kartu ucapan selamat ketika atasan berulang tahun atau membawakan oleh-oleh kepada rekan kerja jika Anda bepergian ke luar kota/luar negeri.

Rendah hati itu penting
Di dunia kerja yang penuh dengan wanita, sarat dengan kompetisi. Cara berpakaian Anda, fisik Anda, kinerja Anda, kemampuan finansial keluarga Anda dan sebagainya, bisa jadi bahan persaingan. Jika Anda termasuk pegawai yang menonjol karena kelebihan Anda, hindarilah sikap sombong dan rendah hatilah. Dengan demikian kehadiran Anda tetap bisa diterima, tidak dimusuhi dan tidak menjadi ancaman hebat bagi rekan-rekan kerja yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: