Indahnya Berbagi

Bersikap Elegan

Bagi Anda yang orang Jawa, mungkin sudah tahu peribahasa ini, yaitu Sugih Tanpo Bondho, Digdoyo Tanpo Adji, Nglurug Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake. Terjemahannya: “Kaya Tanpa Harta, Sakti Tanpa Ajian, Menyerbu Tanpa Pasukan, Menang Tanpa Merendahkan.”

Nglurug tanpo bolo, menang tanpo ngasorake….. menurut saya, filosofi jawa ini sangatlah dahsyat! memupuk diri, menjadikan jiwa pemberani…sifat pemenang dengan begitu elegan.

Nglurug tanpo bolo : Mendatangi tanpa bantuan >>> artinya “berani menghadapi siapapun, permasalahan apapun tanpa mengharapkan bala bantuan dari orang lain” Semua disandarkan pada kemampuan diri sendiri, perwujudan dari sikap gentleman sejati!

Menang tanpo ngasorake : Menang tanpa menghinakan >>> artinya “menempuh kemenangan dengan cara elegan, tanpa harus mempermalukan lawan yang dikalahkan” Menang dengan berjiwa besar menjadikan si kalah tetap bisa menegakkan kepalanya tanpa harus diselimuti nista dan hinadina!

Kalo boleh direwind, dahulu kala di jazirah arab, ada sesosok manusia buta huruf tapi sangat2 cerdas dan amanah yang bisa dijadikan contoh nyata bagaimana “nglurug tanpo bolo, menang tanpo ngasorake” dilaksanakan. Iya, benar… peristiwa “fathul makkah“! Dimana kabah bisa diambil alih oleh kaum muslimin tanpa harus berdarah-darah, dengan cara sangat mulia dan elegan, bahkan pimpinan jahiliyah pun bisa begitu terpesona dan akhirnya merendahkan diri dan hati untuk bergabung bersamanya.

Masihkan falsafah hebat seperti itu kita jumpai dalam kehidupan keseharian kita kawan?
Jujur….sangat jarang kita temuin lagi seorang juara yang pemberani nan elegan.

Semuanya terasa begitu bangga jika mampu mengolok2 rival…
begitu bahagia jika aib kompetitor tersebar luas menjadi bahan obrolan di setiap sudut jalan..
Mungkin falsafah “sudah jatuh tertimpa tangga” adalah yang paling laris manis menggambarkan pihak yang kalah bersaing dalam kehidupan sekarang ini…

Cara-cara culas nan picik senantiasa berkeliaran demi sebuah “kemenangan semu”…jabatan…kekayan….bahkan wanita???
Bagaimana di perusahaan, di hierarki birokrasi pemerintahan terjadi siasat injak bawah, sikut samping, dan sembah atasan adalah hal yang “dianggap” lazim biasa dan dibenarkan?

Tanya kenapa? Kita semua tahu apa jawabnya….

Comments on: "Bersikap Elegan" (1)

  1. luar biasa artikel anda sangat menginspirasi saya keep bloging dan ini cooment saya ke 11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: