Indahnya Berbagi

Pilihan Karir

Dua bulan ke depan kemungkinan besar menjadi satu momentum penting bagi karirku ke depan. Ternyata pada usia 40, akhirnya aku harus menentukan akan berkarir di mana. Satu pilihan yang kadang cukup membingungkan untuk menentukannya. Pilihan karir ini laksana seorang pemuda usia 25-an yang akan menentukan gadis tambatan hati. Sama-sama pelik, namun memiliki konsekuensi yang sama untuk melaksanakan keputusan yang akan diambil. Selama hampir 19 tahun bekerja, rasa-rasanya aku belum menemukan esensi dan filosofi kehidupan dalam karir yang aku tekuni. Dengan kondisi seperti itu, seolah perjalanan karir itu laksana badan yang sehat dan cerdas, namun tanpa disertai dengan nurani yang bening. Satu perjalanan yang penuh pengembaraan tanpa arah dan kendali. Pengembaraan ini memang harus diakhiri pada usia 40, sehingga untuk selanjutnya tinggal menjalani pilihan karir ini hingga menemukan ujungnya. Untuk mengantisipasi pilihan-pilihan tersebut, tentu dibutuhkan advice dari berbagai sumber yang dekat dan kompeten. Dari berbagai sumber ini, aku telah matang untuk menentukan pilihan itu jika saatnya telah tiba. Satu pilihan yang jelas, tepat dan disertai pertimbangan yang matang. Semoga pilihan ini akan berujung kepada keberhasilan dalam mencapai esensi kehidupan. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: