Indahnya Berbagi

Memori di Falatehan

Ini cerita lama, namun aku sering tersenyum jika lewat jalan itu. Saat itu, ketika berumur 20 tahun, aku pernah jalan bareng dengan seorang gadis cantik dan kemudian sholat di masjid itu. Sebagai seorang yang cukup jadi panutan saat itu, sebenarnya aku ogah-ogahan kalau diajak jalan sama seorang gadis. Namun ternyata dia lebih kuat untuk menarikku jalan bersamanya ke Blok M. Meski agak segan, namun apaboleh buat terpaksa aku ikuti kemauannya. Aku dan dia sebenarnya hanya kawan biasa, namun kawan-kawan suka menggodaku kalau dia cukup pantas dijadikan calon istri. Saat keluar dari tempat kost aku sempat was-was juga kalau ketemu seseorang yang aku kenal di kampus. Namun siang itu ternyata jalanan agak sepi, sehingga tak seorangpun kutemui. Ketika turun dari metromini dan akan sholat di masjid itu, tanpa kusadari aku ketemu dengan beberapa orang pengurus masjid kampus yang juga mau sholat di masjid itu. Jadilah pertemuan yang kurang mengenakkan itu. Kawan-kawan itu akhirnya tahu juga kalau aku lagi jalan sama seorang gadis. Meski dia memakai jilbab, tapi kan tetap nggak boleh. Wah pokoknya malu banget, meski mereka nggak berucap apapun. Sejak saat itu aku menjaga jarak dengan dia karena nggak ingin kejadian di Falatehan terulang kembali. Aku nggak tahu juga kemana dia sekarang berada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: