Indahnya Berbagi

Walk together with her

Ada kebiasaan yang tetap kami teruskan sejak beberapa waktu silam, yaitu jalan berdua tiap Ahad pagi, dengan jarak minimal 10 km. Ternyata banyak hal yang didapat dari aktivitas tersebut. Kami biasa memulai aktivitas itu pukul 5.30 dan kembali ke rumah pukul 7.00. Udara pagi terasa lembut berhembus, ketika kami mulai menyusuri jalan di perkampungan penduduk yang masih lengang. Berbekal semangat kami mulai melewati jalan-jalan kampung di sekitar rumah. Menarik memang kegiatan ini, apalagi terkait dengan program penguatan fisik dan pengurangan berat badan. Sebagai gambaran, kami termasuk pasangan yang diberikan berat badan lumayan untuk ukuran normal. Aku dengan tinggi 178 cm memiliki berat 80 kg. My wife pun lumayan berat, dengan tinggi 168 cm, dia memiliki berat 60 kg. Padahal dulu waktu kami menikah beratku cuma 60 kg dan dia 48 kg.  Dulu kalau dilihat dari belakang seperti sepasang lidi yang menjulang atau angka 11. Seiring dengan jalannya waktu, ternyata berat badan itu nggak bisa terbendung. Sebenarnya nggak apa-apa juga kalau badan sehat, namun sepertinya penyakit akan lebih akrab dengan orang-orang yang bertubuh tambun. Meski berbobot 80 kg, kelihatannya kalau lagi ngaca sih nggak gemuk-gemuk amat, cuma memang perlu ngempesin perut dikit biar lebih atletis.

Biasanya sebelum berangkat kami minum susu dan makan roti untuk persediaan energi. Perjalananan pagi itu cukup lumayan jauh, sekitar 14 km pp. Ketika melewati perkampungan penduduk, terasa bahwa kami termasuk orang-orang yang beruntung karena memiliki fasilitas yang layak dan ini tentunya hal ini harus disyukuri. Yang aku suka dari perjalanan ini adalah ketika melewati pepohonan yang habis ditebang. Aroma pohon itu ternyata banyak mengingatkanku dengan masa kecil. Seolah-olah aroma itu memanggilku ke masa silam yang indah. Sampai sekarang aku selalu connect jika ketemu dengan aroma pohon yang habis ditebang. Rasa-rasanya dunia ini begitu indah dan damai dengan aroma pohon itu. Ketika perjalanan sudah separo waktu, barulah rasa lapar muncul. Kebetulan di situ ada penjual bubur ayam atau lontong sayur. Wow, begitu nikmat. Yang jadi masalah adalah munculnya keinginan untuk nambah porsi, sehingga ini harus tetap dijaga biar nggak merusak program pengurusan badan. Kadang-kadang selepas habis makan bubur atau lontong sayur, suka muncul keinginan untuk naik angkot aja pulangnya. Ini juga godaan dan tantangan berat. Alhamdulillah setelah 2 jam lebih perjalanan, sampailah di dekat rumah dan sekalian belanja sayuran. Lumayan juga keringat deras mengucur pertanda Alloh masih memberikan kesehatan buat kami. Bagi anda yang menginginkan kondisi tetap fit, tidak ada salahnya jika jalan pagi atau bersepeda secara rutin. Insya Allah badan, pikiran dan jiwa tetap fit dan fresh. Amin    

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: