Indahnya Berbagi

Optimis Hadapi Tugas Akhir

Beberapa hari ini aku sering merenungi perjalanan kuliah S3-ku yang sudah hampir sampai ke penghujung jalan. Kadang-kadang sempat terlintas dalam benakku, wah ternyata nggak terasa perjalanan yang terjal ini sudah hampir sampai. Padahal waktu mulai kuliah, hal ini seperti main-main. Saat pendaftaran dan test seleksi, persiapanku juga seadanya, karena tujuan saat itu cuma uji coba apakah aku layak kuliah S3. Setelah pengumuman diterima, aku juga sempat ragu apakah mau diterusin apa nggak. Hal ini terjadi karena ada risiko yang akan kuhadapi, yaitu jangka waktu kerjaku di kota ini yang hampir 10 tahun, sehingga kemungkinan besar akan dipindah. Kalau aku terus kuliah, berarti ada risiko dipindah dan aku akan kehilangan uang SPP. Kalau nggak jadi kuliah, risikonya adalah opportunity cost, yaitu membuang kesempatan untuk menjadi seorang doktor pada usia 40.

Dengan pertimbangan yang masak, akhirnya aku putuskan untuk terus meski dengan risiko yang menghadang. Ternyata keputusan itu adalah keputusan yang tepat, dan saat ini berbuah sangat manis. Aku sudah menyelesaikan seluruh mata kuliah, dan posisi kerja juga masih di kota ini. Tugas selanjutnya adalah membuat disertasi yang mitosnya sangat sulit dan memerlukan stamina fisik dan jiwa yang prima. Kulihat lagi transkrip nilaiku sampai saat ini. Ternyata sudah 11 mata kuliah yang sudah kulalui. Sebenarnya kalau diperhatikan dengan seksama, nilai-nilaiku nggak terlalu jelek. Dari 11 mata kuliah, terdapat 9 mata kuliah dengan nilai A, dan hanya 2 mata kuliah dengan nilai B. Alhamdulillah IPK juga bisa mendekati cum laude. Nilai B itu ada karena kesalahanku sendiri yang sembrono dan tidak mengerjakan UTS/UAS seperti kebiasaanku selama ini. Tapi itulah hikmah dari setiap kejadian yang kita alami, di mana kita harus tetap konsisten melaksanakan kebiasaan-kebiasaan baik yang sudah terbiasa dilakukan, meski kadang-kadang hal itu melelahkan dan membosankan.

Insya Alloh, mumpung mesin masih hangat, aku akan coba untuk tuntaskan disertasi ini dengan polaku seperti biasa, yaitu jangan lewatkan setiap kesempatan yang ada kecuali untuk berbuat optimal dalam berbagai hal. Jangan melewatkan waktu dengan ungkapan-ungkapan: entar aja deh, esok aja dst. Kalau seluruh prinsip itu dilaksanakan, maka tidak mustahil aku dapat menyelesaikan S3-ku dalam jangka waktu 2 tahun. Semoga Alloh SWT mengabulkannya. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: