Indahnya Berbagi

Dolanan Waktu SD

Ada satu alasan mengapa aku tanam pohon sawo kecik di halaman rumah. Ini diilhami oleh permainan masa kecil yang begitu berkesan di hati soal sawo kecik. Waktu di kelas 2 SD, aku masuk siang sekitar pukul 9, namun seringkali aku berangkat jam 8 untuk kemudian mampir ke rumah kawan yang lain. Yang masih sempat aku ingat adalah membuat minuman dari daun sereh di rumah Suryadi di desa Bendosari, atau mencari sawo kecik di depan rumah Toni di desa mBarosan. Biasanya isi sawo kecik itu kami adu dengan kawan-kawan yang lain dengan cara menumpangkan kecik di atas kecik yang lain, terus diinjak pakai kaki. Meski hanya adu kecik, namun sudah cukup untuk membahagiakan hati. Mainan yang lain adalah mencari brem, semacam serangga yang hidup di tanah. Brem biasa hidup di bawah pohon sepatu atau sejenisnya. Biasanya adanya brem ditandai dengan adanya gundukan kecil pasir di atasnya. Mencari brem bukan pekerjaan yang mudah, sehingga sangat dibutuhkan keuletan untuk mendapatkannya. Binatang lain yang sering dicari anak-anak adalah ninis, semacam kumbang pohon yang suka hinggap di pohon kelapa. Cara mencari ninis adalah dengan menggosokkan cabe di pohon kelapa saat sore hari. Biasanya habis maghrib atau isya, ninis akan berkumpul di situ. Brem atau ninis biasa dijadikan kerbau-kerbauan saat main bajak sawah di tumpukan pasir. Mainan menarik lain yang sering kami lakukan saat bulan purnama adalah delikan. Biasanya mainan ini dilakukan habis sholat isya di masjid sampai sekitar pukul 21. Alat yang dipakai adalah kreweng (pecahan genteng) atau sepet (sabut kelapa). Beberapa orang melakukan humpimpa. Yang kalah akan jadi penunggu tumpukan kreweng atau sepet tadi sambil mencari kawan-kawan lainnya yang bersembunyi. Kawan-kawan yang bersembunyi juga punya kesempatan untuk merobohkan tumpukan kreweng tadi sehingga sang penunggu akan membenahinya kembali. Begitu seterusnya permainan ini dilakukan sampai bosan. Biasanya yang jadi penunggu tumpukan kreweng menjadi bulan-bulanan kawannya. Kadang-kadang si penunggu kreweng sampai nangis dibuatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: