Indahnya Berbagi

Be A Good Daddy

Bagi kita yang ditakdirkan sebagai seorang suami, tentu memiliki kewajiban yang spesifik dan biasanya berbeda dengan fungsi seorang istri. Bagi seorang suami, dia juga berfungsi juga sebagai ayah bagi anak-anaknya. Ayah seringkali menjadi figur yang tidak populer di mata anak-anak. Untuk menjadi seorang ayah yang memiliki makna yang dalam bagi anak-anak, kadang diperlukan suatu usaha yang tidak mudah. Biasanya figur ayah digambarkan dengan seseorang yang kerjanya tiap hari pergi ke kantor dan mencari uang buat anak-anaknya. Penggalan cerita di hari Sabtu ini adalah gambaran kecil dari fungsi seorang ayah yang sedikit bervariasi dari fungsi yang biasa dilakukannya.
Jarum jam sudah menunjuk angka tujuh pagi, dan itu berarti istriku harus pergi kuliah. Sambil ngobrol dengannya, aku berharap bahwa si mbak (PRT) datang di pagi ini seperti biasa. Aku bilang kepada istri, dah berangkat aja, ntar si mbak juga datang. Akhirnya istriku berangkat kuliah pagi itu. Aku lihat kembali jarum jam, ternyata sudah menunjuk angka 8, dan ini berarti si mbak nggak datang. Ini juga berarti aku hari ini berperan ganda. Kalau sudah seperti itu, ya apa boleh buat semua pekerjaan rumah harus dikerjakan. Padahal di hari itu banyak tugas kuliah juga yang harus aku kerjakan. Jadi ya harus berbagi. Sebenarnya pekerjaan rumah tangga bukan hal yang sederhana, namun juga bukan sesuatu yang terlalu sulit. Dibutuhkan niat, keihlasan, dan kelapangan hati untuk melaksanakannya.
Pagi itu akhirnya kumulai dengan memandikan 2 anak yang masih kecil-kecil. Ternyata memandikan mereka bukan pekerjaan yang mudah. Kadang mereka berlarian, berebutan air dan teriak-teriak khas anak-anak. Setelah selesai memandikan mereka, aku suruh si sulung yang agak besaran memasak nasi, dan anak kedua untuk menyapu dan mengepel lantai. Kalau ada kakaknya yang mengepel lantai, biasanya 2 anak yang masih kecil sering ikutan. Jadi ya pada basah lagi dan harus mendi yang kedua. Selesai itu barulah memulai pekerjaan yang lebih spesifik, memasak. Karena tadi diprediksi si mbak datang, maka nggak ada persediaan yang memadai di kulkas. Yang ada cuma sayur-sayuran buat sayur asem, ikan asin, telur, dan tempe. Dengan komposisi itu sangat mudah untuk memasak karena tidak diperlukan keahlian khusus. Paling dibutuhkan komposisi yang pas untuk gula, garam dan beberapa bumbu terkait lainnya. Selesai buat sayur, dilanjutkan dengan goreng ikan asin dan tempe. Ini juga bukan hal sulit, apalagi sekarang ada tepung bumbu yang gurih buat dibalurin ke tempe, tahu atau ikan. Dan akhirnya pekerjaan terakhir adalah buat sambel terasi. Ini juga gampang, tinggal ambil 4-5 cabe rawit, cabe merah, garam, terasi, bawang putih, bawang merah dan sedikit gula. Yang agak spesifik adalah saat ngulek cabe itu. Seperti abang-abang yang jual rujak serut, begitulah cara mengulek bumbu. Setelah semua bahan sambel dilihat agak halus barulah digoreng biar lebih sedap. Namun hati-hati saat bikin sambel goreng, karena kita bisa bersin-bersin dibuatnya. Selesailah tugas penyiapan logistik untuk makan siang.
Satu tugas lagi pada saat makan siang, adalah nyuapin anak-anak yang masih kecil. Meski mereka sebenarnya sudah bisa makan sendiri, namun seringkali lama habisnya. Kalau disuapin jauh lebih cepat selesai. Selesai makan siang, seperti biasa kami sholat berjamaah. Aku sebagai imam, 2 anak laki-laki di shaf depan, dan 2 anak perempuan di shaf belakang. Selesai sholat, ada tugas baru lagi buat 2 anak yang masih kecil, yaitu nemenin tidur. Biasanya biar cepet tidur kami sama-sama membaca doa tidur, Al Fatihah, Al Ihlas, Al Falaq dan An Naas. Setelah itu biasanya dinyanyiin lagu Cicak-Cicak di Dinding dan Nina Bobok. Kira-kira setengah jam, mereka sudah terlelap. Barulah aku mulai ambil laptop dan buat tugas kuliah barang 1 jam, terus tidur siang. Waktu azdan Ashar, anak-anak bangun, dan seperti biasa mandiin mereka dan sholat Ashar. Setelah itu barulah cari snack sore sambil buat teh hangat dan susu buat anak-anak. Ini adalah suasana yang paling tenang karena anak-anak tinggal nunggu ibunya datang dan aku bisa lanjutin buat tugas kuliah. Jarum jam menunjuk angka 6 sore dan seperti biasa anak-anak teriak-teriak karena ibunya datang. Aku biasanya juga sudah siapin air panas buat istriku mandi. Selesai sudah tugas hari ini sebagai ayah dan bapak rumah tangga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: