Indahnya Berbagi

The Inspired Woman

Di dalam kehidupan, pasti kita pernah berhutang, apakah itu uang , barang atau bahkan hutang budi. Selama kurun waktu hampir 4 dasawarsa ini, aku juga berhutang budi kepada seseorang yang selama 4 tahun telah memberikan banyak support dan inspirasi yang tak ternilai ketika aku mulai membangun kehidupan menuju kedewasaan pada usia 21 tahun.
Ya, seseorang yang selalu fresh, spontan, smart, penuh spirit, dan tentu saja cantik. Sejak aku pertama kenal dengannya, aku biasa menyebutnya Jeng, atau karena sudah kuanggap sebagai adik, maka kadang kupanggil dengan “nice sister”.
Jujur kuakui bahwa dia sangat berperan dalam membantu meletakkan landasan hidupku yang kuat saat aku memasuki usia kedewasaan. Sampai sekarangpun aku nggak tahu mengapa dia bisa berperan seperti itu, padahal hubungan kami saat itu pure friendship dan nggak ada hubungan yang lebih dari itu. Atau mungkin karena nggak ada beban, maka aku dengannya dapat berdiskusi secara bebas tentang berbagai aspek kehidupan. Yang pasti aku suka dengan integritas, kesungguhan, dan kepercayaan yang dia berikan. Padahal pada saat yang hampir bersamaan, aku juga nyaris jadian dengan the “beauty girl”, yang saat ini sudah menjadi dokter. He…he. Dengan berdiskusi dan bercerita dengannya, aku banyak memperoleh masukan berharga bagi hidupku kelak. Beberapa hal yang aku kagumi darinya sampai saat ini adalah komitmennya dalam memenuhi janji dan kejujuran dalam setiap ucapan dan sikapnya.
Mungkin jika nggak ada “the nice sister”, aku nggak akan bisa seperti sekarang. Sejak ketemu dengannya, aku seolah mendapat pelajaran hidup yang sangat besar, sehingga kelak menjadikan diri ini untuk tetap komitmen pada kebenaran, profesional, dan terus maju tanpa kenal lelah. Hingga pada suatu ketika kami berpisah karena harus menjalani kehidupan masing-masing. Terakhir kali aku mengundangnya saat aku menikah 16 tahun silam. Setelah itu kami nggak pernah ketemu selama lebih dari 15 tahun.
Singkat cerita, setelah 15 tahun berlalu, ternyata Alloh SWT masih memberikan kesempatan kepadaku untuk bertemu kembali dengannya. Saat itulah aku sampaikan rasa terima kasih atas segala hal yang telah diberikannya kepadaku. Lega sudah hati ini. Terima kasih sahabat, alhamdulillah dengan peran besarmu saat itu, aku kini memiliki landasan hidup yang kokoh dalam menjalani kehidupan kemarin, kini dan masa mendatang. Hanya sebaris kata itulah yang bisa aku sampaikan buatmu. Insya Alloh, doaku selalu menyertai setiap langkahmu hingga berujung ke surga kelak. Amin ya robbal’aalamin
(Persembahan buat sahabat terbaik (DOI) di kantor, semoga artikel ini berkenan in your heart)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: