Indahnya Berbagi

Istri Teladan

Waktu telah menunjuk pukul 00.00, ketika aku sampai di rumah. Dengan senyumnya yang menawan, istriku membukakan pintu. Seperti biasa, istriku lalu merebus air untuk aku mandi. Dia tidak lupa menyiapkan teh melati manis kesukaanku berikut snack yang masih tersedia. Sambil menunggu air matang kami biasanya ngobrol sebentar di sofa. Biasanya istriku mengelus mesra kepalaku tanda sayang dia kepadaku. ”Capek sayang?” Satu ungkapan yang sering diucapkannya ketika melihat mukaku sudah kusut karena habis jalan. Ketika air telah matang, aku segera mandi. Biasanya istriku lalu berwudhu untuk sholat tahajjud. Habis mandi aku baru sholat isya dan sekalian tahajjud. Pernah satu kali aku sengaja nggak sholat tahajjud. Ketika istriku lihat, dia berujar ”kok tumben sayang nggak sholat?” Biasanya kalau sudah begitu, aku cium keningnya terus aku sholat tahajjud. Begitulah malam-malam yang sering kami lalui bersama seorang istri cantik, sholihah dan menyejukkan hati. Beruntung aku memiliki istri seperti dia, dan aku berdoa semoga tetap bisa menjadi pendampingnya di surga kelak. Amin        

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: