Indahnya Berbagi

Pelangi Kehidupan

Kamis, 6 Nov 2008. Jam di HPku sudah menunjukkan angka 22.00. Sambil menunggu KRL AC, aku lihat orang-orang di sekelilingku di stasiun Manggarai. Dengan diiringi hujan rintik2, malam itu terasa makin damai. Subhanallah, Allah memang Maha Kuasa atas segala makhluknya. Pandanganku saat itu tertuju kepada beberapa kaum marjinal yang terpinggirkan dari kehidupan metropolitan ini. Ada bayi yang tidur damai dalam gendongan ibu yang lesehan beralaskan kardus lusuh, ada 2 anak kecil bersaudara yang disuapin kakaknya dengan berpiringkan kertas. Duh, terasa hati ini berontak, mengapa malaikat kecil itu terserak begitu saja tanpa ada yang peduli. Di sudut lain ada kelompok ABG penjual teh botol yang bercengkerama tanpa peduli dengan masa depan mereka. Di momen yang lain anak2 usia 7 tahunan berlari-lari mengejar kereta ekonomi dengan membawa sapu untuk alat mengemis. Ya Robbi, malam ini aku mendapatkan banyak pelajaran dari orang-orang marjinal ini dalam menyikapi hidup ini. Dengan modal minim, mereka dengan percaya diri dan ceria menyongsong mentari pagi. Padahal pada sisi yang lain, banyak orang yang berbekal penuh menyongsong hari dengan sikap pesimis dan nyaris putus asa. Dengan bekal dari sisi kehidupan para marjinal ini, aku yakin pada suatu hari nanti dapat menyumbang peran yang signifikan dalam mensejahterakan umat manusia. Insya Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: